Sabtu, 02 Mei 2015

PERUBAHAN MAKNA


PERUBAHAN MAKNA


Secara sinkronis makna sebuah kata tidak akan berubah. Tetapi secara diakronis ada kemkungkinan dapat berubah. Maksudnya dalam masa yang relatif singkat makna kata akan tetap sama, tidak berubah. Tetapi dalam waktu yang relatif lama ada kemungkinan makna sebuah kata akan berubah.
            Jenis-Jenis Perubahan Makna
      Meluas
             perubahan makna pada sebuah kata yang dulunya mengandung satu makna khusus, tetapi kemudian meluas. misalkan, kata saudara yang dulunya berarti seperut atau satu kandungan, tetapi kini berkembang menjadi (1) siapa saja yang bertalian darah, (2) dipakai untuk menyebut siapa saja yang dianggap sederajat.
      Menyempit
            perubahan makna pada sebuah kata dimana makna yang lama lebih luas daripada makna yang baru. Misalkan, kata sarjana dulu dipakai untuk menyebut semua orang cendekiawan, sekarang dipakai untuk gelar pendidikan.
      Amelioratif
            sebuah perubahan makna dimana arti baru dirasakan lebih tinggi atau lebih baik nilai rasanya dari arti yang lama. misalkan, kata wanita dirasakan lebih tinggi nilai rasanya daripada kata perempuan.
      Peyoratif
            Suatu proses perubahan makna dimana arti yang baru dirasakan lebih rendah nilai rasanya daripada arti yang lama. Misalnya kata bini dianggap tinggi nilainya pada jaman lampau, sekarang dirasakan sebagai kata yang kasar; perempuan dulu tidak mengandung nilai rasa yang kurang baik, tetapi sekarang nilainya dirasakan sudah merosot.
      Perubahan Total
            Perubahan makna secara total dari makna. Misalkan, kta ceramah yang dulunya berarti 'cerewet', tetapi sekarang kata itu berarti 'pidato' atau 'uraian'.
      Asosiasi
            Perubahan makna kata karena ditautkan dengan hal-hal lain yang memiliki kesamaan sifat. Misalkan, kata amplop yang berarti 'alat utuk menyampul surat', tetapi bisa juga dipakai untuk 'membungkus uang sogok'.
      Sinestesia
            Perubahan makna kata akibat penukaran tanggapan indra. Misalkan, kata manis untuk indra pencecapan(lidah) bertukar dengan indra pengihatan(mata). 

DFTAR PUSTAKA

Prawirasumantri, Abud. dkk. 1997. Semantik Bahasan Indonesia. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Chaer, Abdul. 2007. Linguistik Umum. Jakarta : Rineka Cipta.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar